Menu Tutup

KEGIATAN BAKTI SOSIAL SENAT MAHASISWA/I STTII PURWOKERTO

(Selasa, 13 April 2021)

Dalam rangka memperingati Hari Raya Paskah tahun 2021, Senat bidang Kreatif memiliki program Bakti Sosial. Tujuan dari program ini ialah untuk melatih Mahasiswa/i secara pribadi untuk dapat berbagi berkat kepada orang lain dan untuk menjalin hubungan silaturahmi yang baik dengan masyarakat yang ada di sekitar Kampus STTII Purwokerto.

Program Bakti Sosial yang di lakukan ialah dengan Pembagian Sembako kepada 20 KK masyarakat di sekitar kampus STTII Purwokerto. Dalam pelaksanaannya anggota senat dari bidang lain juga terlibat dalam mengsukseskan program ini, tepat pukul 15.00 WIB, anggota senat yang telah di bagi menjadi 4 tim berangkat dengan antusias untuk membagikan sembako kepada masyarakat.

Puji Tuhan, masyrakat tampak terbuka dan menerima dengan baik pembagian sembako. Dari kegiatan ini, kesan yang di dapat ialah “Untuk menjadi berkat bagi orang lain, tidak harus menunggu kita hidup berkelimpahan terlebih dahulu, melainkan dalam segala keadaan (kekurangan atau berkelimpahan) kita harus tetap bisa menjadi berkat bagi oranglain.”

Dengan dukungan Ibu Rodenita, M.Mis selaku PK.III bidang Kemahasiswaan dan seluruh pengurus Senat STTII Purwokerto, Program Bakti Sosial ini dapat terlaksana dengan baik dan sukses. Kami percaya, bahwa Tuhan Yesus akan terus memakai lembaga STTII Purwokerto untuk menjadi berkat bagi banyak orang.

 

#sttiipurwokerto#baktisosial#

(Tim Redaksi)

SEMINAR GERAKAN VISI 1.1.1 DI ERA & PASCA COVID 19

(Kamis, 11 Maret 2021)

Speaker: Dr. Daud Balang, M.Th

Melalui seminar ini Dr. Daud Balang menegaskan atau mengingatkan kembali bahwa STTII lahir karena adanya visi dari Tuhan untuk dilakukan.

Visi 1.1.1. menjadi visi STTII secara Nasional dan khususnya juga menjadi dasar berpijak ketika STTII Purwokerto didirikan.

Dr. Daud Balang mengungkapkan, “Harus dipahami bahwa Visi tetaplah sama meski ditengah kondisi yang selalu berubah-ubah. Visi tetap bisa dijalankan dengan menggunakan cara/metode yang menyesuaikan kondisi yang ada. Visi hanyalah akan menjadi ilusi dalam mimpi apabila tidak dikerjakan atau dilakukan”.

Oleh karena itu, sekalipun ditengah situasi masa pandemi covid 19 saat ini, visi 1.1.1 harus tetap dijalankan dengan sebaik-baiknya. Gereja harus melihat tantangan ini sebagai sebuah peluang untuk melaksanakan visi.

Dr. Daud Balang menyampaikan bahwa ada 4 hal yang dapat berpengaruh terhadap cara menjalankan Visi 1.1.1 pada masa dan pasca covid-19, yaitu; situasi sosial, zaman digital (internet, teknologi komunikasi), kebutuhan rohani, dan gereja sebagai rumah pusat gerakan visi. Keempat hal ini perlu diperhatikan dengan seksama.

Dr. Daud Balang memberikan kesimpulan bahwa pandemi ini seharusnya menciptakan rasa urgensi dalam diri orang-orang percaya, karena itu kita harus peka dengan situasi dan kondisi saat ini. Pelaksanaan Visi dan Misi pasti akan mengalami perubahan, sambil kita meninjau kembali dan memperbaharui motivasi, metode dan mutu yang kita lakukan dalam menjalankan Visi 1.1.1. Injil harus terus diberitakan dengan terus terang dan meyakinkan.

Seminar yang di ikuti oleh seluruh Mahasiswa/i yang ada di dalam dan di luar kampus, dosen dan beberapa alumni ini sangatlah memberkati, dan kiranya membuka cakrawala berpikir seluruh peserta yang mengikuti seminar ini untuk mengembangkan dan melaksanakan Visi 1.1.1 di era dan pasca pandemi covid 19.

#sttiipurwokerto #seminar #visi111

(Tim Redaksi)

IBADAH DOA PUASA MAHASISWA/I PURWOKERTO (Senin, 01 Maret 2021)

Speaker; Dr.Pangeran Manurung

Senat Mahasiswa di bidang kerohanian STTII Purwokerto mengadakan suatu program Doa dan Puasa bagi seluruh Mahasiswa/i STTII Purwokerto di setiap awal bulan. Tujuan dari kegiatan ini ialah untuk melatih mahasiswa/i dalam penguasaan diri dan memfokuskan diri kepada Tuhan.

Teks khotbah dalam ibadah Doa Puasa yang disampaikan oleh Dr. Pangeran Manurung ialah Yohanes 15:1-8, dengan tema “Lots of Fruit”.

Dalam penjabarannya, Dr. Pangeran Manurung menungkapkan bahwa apapun profesi kita dan panggilan kita jelas kita dituntut untuk berbuah. Standard dan kualitas buah yang dituntut Tuhan untuk kita hasilkan bukanlah berbuah yang sedang-sedang atau sedikit, tetapi berbuah banyak. Dengan berbuah banyak, baru layak disebut memuliakan Tuhan.

Berdasarkan teks Yohanes 15:1-8, Dr. Pangeran Manurung menjelaskan hal bagaimana agar kita dapat berbuah banyak, yang dirangkum menjadi 3 poin.

Pertama “Still” atau “Tinggal”. Kita perlu untuk tetap tinggal di dalam Tuhan apapun yang terjadi. Kedua “Right”. Artinya melakukan apa yang benar dan kebenarannya harus dapat dibuktikan, sebab kita berasal dari pokok yang benar. Ketiga “Clean”, yaitu siap untuk dibersihkan melalui pendisiplinan yang Tuhan berikan bagi kita untuk dapat berbuah lebih banyak.

Jadi, aplikasinya ialah hendaklah kita berbuah banyak, demikianlah nama Tuhan dipermuliakan.

Di akhir khotbahnya, Dr. Pangeran Manurung menantang seluruh mahasiswa/i STTII Purwokerto untuk mengambil komitmen berbuah banyak dalam panggilan sebagai hamba Tuhan. Kami percaya, bahwa melalui ibadah doa puasa ini seluruh mahasiswa/I diberkati dan disegarkan oleh kebenaran Firman Tuhan.

#sttiipurwokerto #kapel #doapuasa

(Tim Redaksi)

STTII PURWOKERTO ENTREPRENEURSHIP

Di zaman digital yang serba kompleks ini, kami mengamati perkembangan peradaban di berbagai aspek kehidupan manusia hingga meyakini bahwa Mahasiswa Teologi tidak lagi hanya dituntut untuk menguasai Ilmu Teologi atau Filsafat atau hanya sekedar berkemampuan berkhotbah atau mengajar. Zaman “milenial” menghendaki adanya lulusan Seminary yang memiliki kemampuan kompleks.
 
STTII Purwokerto menyadari tuntutan ini. Melalui matakuliah “Entrepreneurship” dan “Pengembangan Masyarakat”, mahasiswa diperlengkapi oleh Dosen Pengampu dengan berbagai teori tentang pengembangan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM). Setelah menguasai kedua pokok besar tersebut, mahasiswa dibawa ke lapangan untuk penerapan-penerapan ilmu tersebut.
 
Puji Tuhan, STTII Purwokerto memiliki lahan yang cukup luas untuk digunakan oleh Mahasiswa dalam praktek Ilmu Entrepreneurship. Kali ini, hasil praktek yang telah dan sedang dinikmati adalah buah Sayur-Sayuran. Ke depan, mahasiswa masih akan panen lagi. Tinggal menunggu waktunya…hehehe
 
 
(Tim Redaksi)