Menu Tutup

G-100

G 100 adalah gerakan untuk mendukung calon-calon hamba Tuhan yang masih studi di STTII Purwokerto, yang nantinya akan diutus melayani ke berbagai wilayah di negeri ini.

Mengapa disebut G 100? G adalah singkatan dari gerakan sedangkan 100 adalah nominal uang 100 ribu rupiah. Gerakan 100 ini dibuat agar banyak orang dapat terlibat dalam pekerjaan Tuhan. Tidak harus menjadi kaya dulu baru  dapat mendukung pekerjaan Tuhan. Cukup dengan mendonasikan Rp 100.000- saja setiap bulan, bapak/ibu sudah menjadi bagian dari kegerakan ini. 

Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia (STTII) lahir dari satu visi yang diterima oleh hambanya Bapak Pendeta Dr. Chris Marantika, yakni Indonesia 1.1.1. Dalam visi ini tergambar cita -cita besar bagi pekerjaan Tuhan di negeri ini, dimana ada satu jemaat yang dibangun di satu desa yang dikerjakan oleh setiap generasi. Visi ini terus dikerjakan oleh generasi penerus sehingga muncul STTII di berbagai wilayah di Indonesia, salah satunya adalah STTII Purwokerto.


Mencapai visi besar itu tidaklah mudah, kita perlu
banyak Sumber Daya Manusia (SDM)
, serta dana yang tidak sedikit. Demi
mencapai visi di atas STTII Purwokerto terus aktiv merekrut dan mendidik
pemuda-pemudi Kristen dari berbagai pelosok negeri. Mereka diperlengkapi dengan
pemahaman teologi yang baik,  karakter
yang baik, serta kecakapan praktis dalam pelayanan. 

 

Merekrut, membentuk dan mengajar anak-anak muda untuk kemudian diutus ke berbagai daerah melayani Tuhan,  membutuhkan dana yang tidak sedikit. STTII Purwokerto memikirkan setiap mahasiswa dari biaya perekrutan, biaya kuliah, biaya hidup di Asrama sampai wisuda.

 

Anak-anak muda yang studi di STTII Purwokerto datang dari berbagai daerah dengan latar belakang ekonomi yang tentunya berbeda. Sebagian besar dari mereka berasal dari keluarga yang kurang mampu. Keadaan ini tidak menyurutkan semangat kami. Kami memiliki prinsip bahwa kesulitan ekonomi tidaklah harus membuat orang memutuskan untuk tidak melayani Tuhan.

 

Kami berupaya untuk menolong calon-calon hamba Tuhan ini, agar jangan sampai mereka lari dari panggilan Tuhan karena masalah keuangan. Salah satu upaya kami adalah membuat gerakan G 100. 

 

Pemasukan dari G 100 akan digunakan sebaik-baiknya oleh pihak kampus,
untuk pengadaan sarana prasarana, sehingga tidak menjadi beban mahasiswa.
Selain itu bisa juga sebagai beasiswa bagi mahasiswa yang kurang mampu.

 

Manfaat yang dapat kita peroleh melalui keterlibatan Bapak/Ibu adalah
bahwa  akan lahir semakin banyak
hamba-hamba Tuhan yang siap bekerja melayani di berbagai bidang sehingga
pekerjaan Tuhan terus berlangsung di negeri ini. Bagi Bapak/Ibu donatur,
Bapak/ibu secara tidak langsung terlibat dalam pemberitaan Kabar Baik serta
penjangkauan bagi orang-orang yang belum percaya.