Menu Tutup

Fundraising Statement

English Translation

STTII Purwokerto, or in English publicly known as ETSI (Evangelical Theological
Seminary of Indonesia) is an evangelical-interdenominational seminary institution whose
existence is to serve the spreading of the Gospel in Indonesia through providing training,
education, and professional ministry for Christians and churches at local and national level. As one of branch of total around 18 ETSI body throughout Indonesia, STTII Purwokerto shares with whole body of STTII throughout Indonesia a national vision widely known as Vision 1.1.1 which represents church planting movement ‘planting 1 church, in every 1 village, within 1 generation.’ The vision itself was envisioned by late Dr. Chris Marantika Th.D, D, D. during the establishment of first STTII in Jogjakarta in 1979. As the extension of STTII Jogjakarta (main office), Dr. Marantika with other partners established STII Purwokerto in 1985 which is located in rural area of Purwokerto city in central
Java province, Indonesia. Located at the heart of strong traditional Islamic society, it has been a challenge and a privilege for STTII Purwokerto to serve the establishment of Kingdom of God in this particular area. However, due to some financial issues and lack of manpower, STTII Purwokerto faces various hindrances to run its business to provide quality education and training for students and ministry to local churches. So far by the grace of God, STTII Purwokerto has been standing strong amidst this difficult situation and able to function despite of minimum campus facilities. Yet, we realize that our minimum resources are not enough if STTII Purwokerto seek to serve God effectively, especially in living out the Great Commission in our Islamic context through vision 1.1.1. Right now, among some facilities that we long to have, library building becomes our most
crucial and urgent necessity to equip our students and to provide long-term academic resource center and research. This library, we believe can be our school major steppingstone to live out vision 1.1.1 to reach people for Christ. We praise God that we could start setting the library foundation around 5 years ago and despite of short break due to lack financial resource, we can continue the construction slowly recently. However, we realize that the construction is far from its finishing line. We expect that the library building will serve as a center for postgraduate program, library, expository preaching laboratory, and classrooms. First floor will be used only for library, while
second floor will be used for postgraduate program, classrooms, and preaching laboratory. God willing, we hope to see this project finished in 2-3 years to come. Our prayer is that God would continue to use STTII Purwokerto as his tool to train, equip, and educate new generation Christian
to serve His Kingdom in Indonesia.

Indonesia translation

STTII Purwokerto, atau dikenal dengan ETSI (Evangelical Theological Seminary of
Indonesia) adalah sebuah lembaga injili dan interdenominasi yang didirikan untuk melayani
penyebaran Injil di Indonesia melalui pengadaan pelatihan, pendidikan, dan pelayanan
professional bagi orang-orang Kristen dan gereja-gereja dalam level lokal maupun nasional.
Sebagai salah satu sekolah dari 18 sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia, STTII Purwokerto berbagi dengan seluruh badan STTII nasional sebuah visi nasional yang dikenal dengan nama Visi 1.1.1 yang merupakan formulasi gerakan penanaman gereja nasional yakni, ‘penanaman 1 gereja, di 1 desa, dalam 1 generasi.’ Visi ini sendiri merupakan formulasi visi dan panggilan Allah bagi pendiri STTII, Dr. Chris Marantika ThD, D,D yang diwujudkan dalam pendirian kampus STII yang pertama di Yogyakarta pada tahun 1979.
Sebagai perpanjangan STTII Yogyakarta, Dr. Marantika bersama partner-partner lain
mendirikan STTII Purwokerto pada tahun 1985 di area rural kota Purwokerto yang berlokasi di provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Terletak pada jantung masyarakat Islam tradisional yang kuat, STTII Purwokerto mendapat tantangan panggilan dan hak istimewa untuk melayani pelebaran Kerajaan Allah di daerah ini. Namun, karena adanya tantangan finansial dan kurangnya sumber daya manusia, lembaga ini telah menghadapi berbagai macam kesulitan dalam menjalankan fungsinya untuk menyediakan kualitas pendidikan, pelatihan, dan pelayanan bagi mahasiswa dan gereja-gereja local. Sejauh ini, oleh kasih karunia Allah, STTII Purokwerto tetap mampu berdiri kuat dalam situasi sulit ini serta
tetap mampu menjalankan fungsinya terlepas dari minimnya fasilitas. Akan tetapi, kami tetap sadar bahwa minimnya fasilitas kampus tak akan cukup jika STTII Purwokerto ingin melayani dengan lebih efektif, terutama demi menghidupi panggilan Amanat Agung dalam konteks pelayanan Islam melalui visi 1.1.1. Saat ini, perpustakaan menjadi salah satu fasilitas yang paling kami butuhkan untuk memperlengkapi mahasiswa, sekaligus sebagai pusat sumber akademik kampus, dan pusat penelitian masyarakat. Pengadaan perpustakaan ini, kami percaya akan menjadi terobosan besar bagi pelayanan STTII Purwokerto dalam menjalankan visi 1.1.1 untuk mejnagkau orang-orang bagi Kristus. Kami memuji Allah mengingat fakta bahwa kami mampu mendirikan dasar fondasi perpustakaan 5 tahun lalu, dan walau dalam 3 tahun terakhir pembangunan sempat terhenti karena kendala biaya, kami tetap mampu melanjutkan pembangunan secara perlahan barubaru ini. Namun, kami sadar bahwa pembangunan ini masih jauh dari garis akhir.
Kami berharap bahwa gedung perpustakaan ini dapat digunakan sebagai pusat program
pasca sarjana, perpustakaan, laboratorium expository preaching, dan kelas. Seluruh lantai pertama akan digunakan sebagai perpustakaan, sedangkan lantai dua akan dipakai untuk pengadaan program pasca sarjana, laboratorium expository preaching, dan kelas. Jika Allah berkehendak, kami harap proyek ini dapat diselesaikan dalam jangka 2-3 tahun ke depan. Doa kami adalah bahwa Allah akan terus memakai STTII Purwokerto sebagai alatNya untuk melatih, memperlengkapi, dan mendidik generasi muda Kristen untuk melayani KerajaanNya di Indonesia.