Menu Tutup

BLESS THE WORLD BY THE WORD (BWBW)

Ardiman Jaya

#BWBW6 #Thursdayedition

Kesukaran adalah proses pertandingan demi piala. Seseorang yang memiliki piala tanpa kesukaran, ibarat memenangkan lomba tanpa pertandingan (Ardiman Jaya, Sem VI).

Hidup di dalam Tuhan harus memiliki tujuan. Apapun profesi dan panggilannya, masing-masing kita sebagai anggota tubuh Kristus dituntut untuk memiliki tujuan hidup. Bukan sekedar tujuan, tetapi tujuan yang benar. Apa itu? berlomba-lomba menuntun jiwa untuk mengenal Tuhan lewat berbagai panggilan kita.

Dalam proses ini; diibaratkan sebagai seorang petarung, masing-masing kita memerlukan persiapan yang mumpuni sehingga kompetensi kita dalam perlombaan itu menghasilkan mahkota-piala terbaik. Jika ingin “memenangkan jiwa” dari pengaruh dunia, tentu perlu mengikuti kompetisinya. Itu tidak mudah.

Perlombaan kita adalah menuntun jiwa-jiwa sebanyak mungkin untuk mengenal Tuhan melalui pemberitaan Firman Tuhan. Pada saat yang sama, dunia dan agen-agennya juga melakukan hal yang sama. Maka jika kita menginginkan kemenangan, perlu masuk ke dalam pertandingan itu sendiri.

STTII Purwokerto mempersiapkan hamba-hamba Tuhan yang nantinya diharapkan dapat menjadi petarung-petarung militan demi jiwa-jiwa.

#sttii #sttiipurwokerto #senat #quote #bwbw

(Tim Redaksi)

 

Yusneli Saulu

“Suka dan Duka masuk dalam agenda Tuhan Ketika membentuk hamba-hambaNya. Tuhan turun tangan secara seimbang ketika kita berada di salah satu situasi itu. Jangan minta Ia berlebihan dalam bertindak” (Yusneli Saulu, Sem 3).
 
Permohonan yang ektrem adalah masalah Kristen Modern saat ini. Telah jamak kasus-kasus pastoral, dimana seseorang hanya ahli meminta berkat dan mujizat kepada Tuhan tetapi lupa melakukan kewajiban sebagai Umat Tuhan yang perlu bekerja.
 
Mengharapkan berkat dalam bentuk hal-hal yang menyenangkan tentu tidak salah. Tetapi akan bermasalah ketika seseorang melupakan tanggungjawabnya sebagai manusia yang perlu untuk bekerja keras, siap gagal, siap mencucurkan air mata, atau siap memasuki proses-proses yang tentu saja tidak mudah.
 
Suka dan Duka merupakan dua hal yang tidak dibenci oleh Tuhan. Jika kita gagal sehingga harus menangis karena kegagalan itu, bukan berarti Tuhan kecewa atau Tuhan gagal dalam menolong kita. Ayub dan Yusuf serta tokoh dalam Alkitab lainnya adalah contoh nyatanya. Mereka diijinkan oleh Tuhan untuk mengalami duka karena suka dan duka memang ada dalam agenda-Nya untuk memproses kita menjadi Anak-Anak Tuhan yang berkualitas.
 
Tuhan meminta kita sabar ketika dalam duka seperti firmanNya;
Bersukacitalah dalam pengharapan, tabahlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa (Rom.12:12).

Kristina Pascawati

“Bukan berapa usiamu, tetapi berapa tingkat kedewasaanmu. Pelayanan hanya dapat dinilai berharga bagi yang telah dewasa, bukan yang berusia” (Kristina Paskawati, Sem 6).
Melayani tidak mudah. Perlu kedewasaan berpikir, berperasaan dan bertindak ketika seseorang mengambil keputusan untuk melayani Tuhan dan pekerjaanNya. Karena aspek ini, maka melayani tidak tergantung pada usia atau pengalaman.
Mengapa? Karena bisa saja manusia melewati dan mengisi hari-harinya tanpa memperhatikan kualitas dan bermakna positif sehingga hari-hari yang dilaluinya tidak menjadikannya dewasa.
Jadi tidak mengherankan apabila seseorang telah tua secara usia tetapi masih tergolong “bayi rohani” dalam ladang pelayanan. Fenomena itu juga bukan hal yang baru karena Penulis Surat Ibrani pada abad pertama telah menyinggung dan “memperkarakan” tabiat sejenis itu, seperti firmanNya;
“Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat” (Ibr.5:12;14).
Mari mengisi hari-hari kita dengan benar, baik, dan bermutu sehingga usia kita beriringan dengan kerohanian.

(Tim Redaksi)

Desi Sutresia Silalahi

 
“Kita tidak bisa mencapai apa yang dicapai oleh orang lain, tetapi berusahalah mencapai semaksimal mungkin dengan apa yang ada padamu.” (Desi Sutresia Silalahi, Sem VI).
 
Setiap orang memiliki karunia dan panggilan yang khas. Atas panggilan yang berbeda ini, maka benih yang ditabur oleh masing-masing orang juga berbeda. Yang memiliki karunia sebagai Guru tentu menabur benih yang berbeda dengan seorang Gembala Sidang. Pada akhirnya, kedua panggilan itu mencapai dua hal yang berbeda.
 
Sahabat yang diberkati Tuhan, mari memaksimalkan setiap karunia yang telah kita terima tanpa memaksa orang lain untuk mencapai sesuatu yang kita capai. Dan sebaliknya. Seperti firmanNya;
 
“Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing”. (Rom.12:3)
 
(Tim Redaksi)

Dr. Esron Harianja, M.Th

Ketika merespon panggilan Tuhan, terdapat banyak rintangan dalam prosesnya.

Tetapi karena Tuhan yang memanggil, maka panggilan itu adalah agenda-Nya. Setiap agenda Tuhan, pasti sepakat dengan penyertaan-Nya.

#sttiipurwokerto #sttiipurwokertoquote

Marince S. Lende

#BWBW3 #Mondayedition

“Selama saya studi di STTII Purwokerto, banyak belajar hal baru. Mulai dari pola ibadah interdenominasi dan khotbah yang ekspositori” (Marince, Sem IV).

STTII Purwokerto memegang prinsip bahwa perbedaan denominasi bukanlah penghalang atau tanda dari sebuah perpecahan. Gereja disebut sebagai satu kesatuan bukan dalam hal Organisasi, tetapi sebagai Organisme. Organisme artinya bahwa sebagai ciptaan baru atau manusia baru, seseorang yang percaya kepada Yesus akan menyembah Yesus yang sama walau dengan cara/sarana yang berbeda.

STTII Purwokerto terbuka dengan berbagai Interdenominasi karena budaya atau kebiasaan yang berbeda dalam sebuah kelompok adalah hal yang mutlak. Di sisi lain, walau dengan “culture” yang berbeda, STTII Purwokerto konsisten mengajarkan prinsip yang sama bahwa berkhotbah harus setia dengan “apa yang dimaksud oleh penulis teks awal”. Prinsip ini diajarkan dalam Matakuliah Homiletika (Ilmu Berkhotbah). Hasilnya adalah khotbah ekspositori.

Kunjungi juga program ini di website kami; https://sttii-purwokerto.ac.id/bless-the-world-by-the-word/

#sttii #sttiipurwokerto #senat #quote #bwbw

(Tim Redaksi)

Norsiana Inna

#BWBW1 #Thursdayedition

“Seorang yang fokus dan mencari Tuhan akan memiliki sikap hidup yang sama seperti Kristus” (Norsiana Inna, Mahasiswi Semester VI).

Hidup ini adalah proses. Mencari dan berusaha mengenal Pribadi Kristus secara dalam juga adalah bagian dari Proses. Masalahnya, Tawaran dan dunia sering mengalihkan perhatian seseorang sehingga lebih fokus mengejar hal-hal diluar Kristus.

Ketika fokus kepada dunia, maka kita akan semakin sama seperti dunia. Mari memilih fokus kepada Pribadi Kristus dengan cara tetap setia dan tekun sehingga pengenal kita akan Dia menjadi utuh. Seperti firmanNya;

“Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun” (Yak.1:4)

#sttii #sttiipurwokerto #senat #quote #bwbw

Antonius Richard

“Hidup ini adalah kesempatan untuk menjadi berkat bagi semua orang” (Antonius Richard, Mahasiswa Sem VI).

Hidup hanya sekali. Filsafat dunia pada umumnya mengatakan bahwa karena hidup ini hanya sekali, maka bersenang-senanglah dan nikmatilah dengan semaunya.

Bukankah sebaliknya? Karena hidup ini hanya sekali, akan sangat mengerikan jika tidak mempergunakan kesempatan yang hanya sekali itu untuk Kehidupan yang Baik?

Artinya; Tidak ada kesempatan di alam lain untuk berbuat baik selain Ketika kita berada di Bumi. Hanya di sini kesempatan kita untuk hidup berdampak dan berbuah. Seperti FirmanNya;

Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja (Yoh.9:4).

#sttii #sttiipurwokerto #senat #quote #bwbw

(Tim Redaksi)